Sunday, 25 September 2011

Tuhan selalu ada untuk kita....

Disaat kita sedang dihadapi berbagai masalah, kita selalu memohon pada Tuhan untuk melepaskan kita dari masalah tersebut. Tetapi terkadang masalah yang kita alami tak ada ujungnya. Kita merasa Tuhan tidak memberikan bantuan atas semua doa & permohonan kita. Terkadang kita bertanya dalam hati, mengapa Tuhan tidak membantu kita melewati semua masalah itu? Mengapa Tuhan membiarkan kita sendiri menghadapi cobaan hidup ini? Kita semakin terpuruk dalam masalah yang tidak ada ujungnya, tetapi doa kita belum dikabulkan Tuhan. Mungkin kita semua pernah mengalami semua ini. Dimana kita merasa putus-asa & tidak tahu harus berbuat apa lagi.

Walaupun Tuhan belum mengabulkan doa atau permohonan kita, bukan berarti Tuhan meninggalkan kita. Dia ingin kita lebih kuat menghadapi segala cobaan hidup ini. Dia pasti punya cara terbaik untuk umatNya yang tidak akan pernah kita ketahui. Doa dan permohonan yang kita sampaikan bukan akan langsung dikabulkan saat itu juga. Terkadang perlu proses & perjalanan cukup jauh untuk sampai disitu. Jangan pernah meninggalkan TuhanMu karena Dia tidak akan pernah meninggalkan umatNya yang dengan setia serta penuh kesabaran berdoa & memohon padaNya. Tuhan selalu tahu disaat kita membutuhkan kehadiranNya. 

Jadi jika doa dan permohonanmu belum dikabulkan, jangan kecewa dan putus-asa. Percayalah selalu Tuhan selalu punya cara terbaik untuk membantu kita keluar dari setiap masalah yang kita hadapi. Walaupun tidak hari ini, tetapi Tuhan selalu menyertai kita melewati setiap masalah besar atau kecil menuju kebahagiaan tanpa kita sadari.Masalah yang kita hadapi semakin membuat kita kuat. Bersyukurlah selalu karena masih diberikan kesempatan sampai hari ini. Jangan menyerah dengan cobaan hidup ini. Teruslah berjuang dan Tuhan akan menyertaimu.


Thursday, 22 September 2011

Sepi

Sendiri ku disini,
Dalam kesendirian tanpamu,
Baru kusadari ku merindukanmu,
Terasa waktu begitu lambat berputar,
Tanpa kamu belahan jiwaku,

Aku hanya ingin menyampaikan isi hatiku,
Sayang....
Sungguh aku ingin bersamamu,
Dalam setiap detik kehidupan ini,

Tak sanggup aku kehilangan dirimu,
Walau hanya sesaat engkau pergi,
Ku hanya ingin kamu ada di sampingku selalu,
Belahan jiwaku....
Datang & dekaplah diriku,

Aku yang selalu setia menunggumu,
Jangan pernah engkau pergi lagi...
Diriku selalu merindukanmu dalam kejauhan,
Cinta ini tak akan tergantikan ,
Karena kamu lah belahan jiwaku.

diriku yang selalu menunggumu

Friday, 16 September 2011

Mengemis di kota, hidup enak di kampung...

Sungguh ironis....

Sudah seminggu yang lalu baca artikel yang dimuat di salah satu web berita, sungguh tidak dapat dipercaya. Bagaimana tidak, mereka semua berdatangan dari kampung untuk mengadu nasib di kota besar dengan menjadi pengemis. Sungguh ironis bukan? Siapa yang mesti disalahkan? Mungkin kurangnya pendidikan yang mereka dapat serta lapangan pekerjaan yang tersedia sedikit, membuat mereka tidak ada pilihan lain. Memang benar pepatah yang mengatakan "Jangan coba2 kamu menginjakkan kaki ke kota jika tidak dibekali kemampuan".Kenyataan ini memang ada di kota2 besar. Keadaan ini dimanfaatkan sebagian orang sebagai pekerjaan. Dan ternyata uang yang dihasilkan mereka dalam mengemis sehari saja bisa mencapai ratusan ribu. Hebat bukan? Karena tergiur dengan besarnya uang yang diperoleh maka setiap tahun pasti bertambah orang2 tersebut. Mereka memilih menjadi pengemis di kota dan hidup enak di kampung. Bahkan dari mereka bisa membeli tanah dan rumah. Apakah ini harus kita acungi jempol atau sebaliknya?

Yang sungguh disayangkan mereka memanfaatkan anak2 kecil, orang2 cacat atau para lansia. Mungkin dengan demikian masyarakat akan merasa iba & memberi lebih banyak lagi dibandingkan orang sehat yang mengemis tentunya. Walaupun di kota2 besar pengemis dilarang berkeliaran di jalan2 untuk meminta-minta, tetap saja mereka tidak perduli. Saya jadi berpikir dua kali jika ingin memberikan sedekah kepada para pengemis. Kadang di pasar ada beberapa pengemis yang meminta-minta dengan kondisi kaki/tangan yang cacat. Kalau saya ketemu pasti memberi sedikit kepada mereka. Memang sebagian besar para lansia dan anak kecil. Tetapi setelah membaca kisah tadi, saya merasa apakah harus memberikan mereka sedekah? Walaupun yang kuberi tidaklah banyak, tetapi jika kita memberi berarti membuat mereka malas bukan? Harusnya mereka mencari uang untuk kelangsungan hidup dengan memanfaatkan kemampuan yang ada bukannya mengemis.

Memang terkadang kita merasa kasihan kepada mereka. Mungkin uang seribu atau 2 ribu tidak berarti bagi kita tetapi bagi mereka sungguh berarti. Hidup memang harus saling membantu dan memberi. Tetapi jangan sampai kita meminta-minta jika kita mempunyai kemampuan untuk bekerja. Karena ku yakin kita diberi kemampuan yang berbeda setiap orang, tergantung bagaimana kita mengembangkan kemampuan & talenta itu. Hidup selalu ada jalan, bukan harus tergantung belas kasihan orang lain. Hanya berharap mereka yang melakukan ini sebagai sumber hidup bisa sadar & mencari pekerjaan lain yang lebih baik.


Indahnya berbagi

Monday, 5 September 2011

Yuk ikutan PHOTO BLOGGING KONTES di HotCoklat.com

HotCoklat.com mengajak teman-teman blogger untuk mengikuti “Photo Blogging Kontes”. Ini merupakan kontes foto blogging pertama yang diadakan dan bertujuan untuk memperkenalkan HotCoklat.com dan sekaligus menjadi ajang promosi blog teman-teman.

HotCoklat.com adalah sebuat blog yang mengulas tentang berbagai topik menarik dan kejadian menarik yang terjadi dengan tagline “Secangkir Coklat Hangat Setiap Hari”. Coklat identik dengan minuman yang dapat memberikan kehangatan.

Blog HotCoklat.com terbuka bagi teman-teman blogger yang ingin mempublikasikan tulisan mereka tanpa harus repot mempunyai blog sendiri. Mempunyai dan mengurusi blog terlihat mudah tetapi begitu sudah memulainya, kesulitan mulai terasa. Tidak dapat menulis dengan frekuensi yang tetap, misalnya satu tulisan setiap minggu atau dua hari sekali, pun terjadi.
Phot Blogging Kontes oleh HotCoklat.com
PHOTO BLOGGING KONTES

Tema : Bersama Orang Tersayang
Periode : 5 September 2011 – 25 September 2011
Pengumuman Pemenang : 30 September 2011
Pemenang : akan dipilih 3 orang pemenang
Hadiah : masing-masing pemenang akan mendapatkan voucher Pizza Hut dan sebuah novel Harlequin dari HotCoklat.com
  • Juara I - Voucher Pizza Hut senilai Rp 75.000 + 1 novel Harlequin
  • Juara II - Voucher Pizza Hut senilai Rp 50.000 + 1 novel Harlequin
  • Juara III - Voucher Pizza Hut senilai Rp 25.000 + 1 novel Harlequin
Novel Harlequin yang tersedia :
  • With This Baby – by Caroline Anderson
  • Baby On Board – by Susan Meier
  • Haunted – by Lisa Childs
Ketentuan :
  1. Kontes terbuka untuk semua teman-teman blogger dari Indonesia.
  2. Pilih foto terbaik sesuai tema dan postingkan ke blog Anda.
  3. Beri deskripsi singkat tentang foto tersebut dan juga alasan memilih foto tersebut.
  4. Cantumkan tulisan berikut di bagian bawah posting:
    Photo Blogging Kontes oleh HotCoklat.com - Secangkir Coklat Hangat Setiap Hari
  5. Isi komen pada halaman HotCoklat yang berisi nama, alamat posting blog Anda, dan novel yang dipilih.
  6. Keputusan pemenang adalah final dan tidak dapat diganggu-gugat oleh pihak manapun.
~Selamat mengikut Photo Blogging Kontes~

Segera kunjungi HotCoklat.com

Cash Back 100%

produk etude
Lagi2 belanja tak bisa dihindarkan. Awalnya tidak ada rencana untuk berbelanja akhirnya tergiur juga dengan promosi ETUDE HOUSE di Puri Indah mall. Siapa yang tidak tertarik "Cash Back 100%", begitulah promosinya pada hari pertama lebaran. Katanya seh promosi ini berlaku hari itu saja, jadi hanya satu hari. Begitu pun dengan saya, tertarik masuk ke toko dan akhirnya belanja juga. Intinya jika kita belanja 200 ribu dapat voucher juga senilai 200 ribu. Sebenarnya 50 ribu juga dapat voucher senilai 50 ribu, cuma tahu saja sendiri barang2 disitu harganya rata2 diatas itu. Hanya bisa digunakan untuk belanja perlengkapan make up kecuali aksesoris dan parfum. Saya sendiri habis 398 ribu hanya untuk 2 item *gila juga ya*, dapat mascara (katanya yang terbaru) dan eye contour brush. Dari 398 ribu saya juga dapat member card yang katanya berlaku selamanya dengan 20% discount jika belanja disana *lagi2 tidak berlaku untuk parfum & aksesoris*. Dari voucher yang kudapat kubelanjakan 2 eye shadow "petit darling eyes" seharga 88 ribu dan "eye secret" seharga 128 rb serta blush on "lovely cookie blusher" yang harganya 188 rb. Jadi di total dapat 5 item barang dengan harga 398 rb. Baru kali ini belanja perlengkapan make up yang mahal *hehehe*. Setelah dipakai produknya nyaman banget di kulit jadi agak sedikit lega walaupun mahal. Kalau irit pakainya mungkin bisa bertahan setahun. Program discount yang ditawarkan di mal2 selalu buat kita tergoda.

*Apa pun produk kecantikan yang kita pilih mesti nyaman di kulit saat dipakai*

Saturday, 27 August 2011

Cinta Rossa



Mengarungi hidup dengan orang yang kamu cintai akan terasa indah, jangan takut untuk mengikatkan dirimu dalam satu hubungan jika kamu yakin dialah cinta sejatimu. Sesungguhnya kebebasan yang kamu miliki tak akan pernah hilang karena setiap orang akan melakukan apa saja untuk membuat orang yang mereka cintai bahagia bersamanya.

Rossa menghempaskan tubuhnya ke kasur. Dia ingin melupakan sejenak pembicaraan dengan mamanya tadi siang. “Padahal aku sungguh ingin mama hadir dalam pembukaan toko ku,” Rossa mengeluh sendiri. Tapi karena laki-laki itu yang sekarang menjadi suaminya semuanya hancur berantakan. "Ross, mama ingin hadir minggu depan di tokomu, tetapi Luc telah mempersiapkan semuanya. Kami akan berlibur ke Spanyol sabtu ini. Kamu mengerti kan sayang," begitulah mamaku. Dia tak kan pernah mengerti aku. Mamaku sendiri, tak pernah ada waktu untukku. Setelah papa tiada dan mama menikah lagi, kami memang hidup terpisah. Aku lebih suka tinggal sendiri di apartemenku. Setelah sekian lama aku bekerja dan sekarang telah memiliki sebuah apartemen kecil. Sebentar lagi toko bakery ku pun akan segera dibuka. AKu menghela napas panjang dan membuang semua kemarahanku pada mama. Baiklah aku sendiri dan akan ku buktikan aku akan berhasil dengan toko bakery ini. "Happy Bakery" begitulah nama toko ku yang akan segera dibuka minggu depan walaupun tanpa kehadiran orang yang paling ku sayangi. Beberapa jam saja mama tidak bisa meluangkan waktunya untuk aku, satu2nya putri dia. Aku memang suka bereksperimen dengan tepung2, mentega, keju dan sejenisnya untuk menghilangkan rasa sepiku tanpa mama. Setelah bekerja di toko roti Ny.Smith yang baik hati akhirnya kini aku bisa memiliki toko ku sendiri. Walaupun ruko yang akan kutempati masih sewa tetapi aku bahagia atas semua kerja keras ku. Di usia ku yang akan memasuki 30 kini aku harus berjuang dengan usahaku sendiri.

Bunyi telepon meembuatku tersadar dalam semua lamunanku. Terdengar suara Peter di seberang sana. "Ross, apa yang bisa kubantu minggu depan untuk tokomu? Apa semua sudah disiapkan?," tanya Peter kepadaku. Dia lah satu-satunya orang yang selalu mengkhawatirkan aku. "Semua sesuai rencana Pitt, semua sudah aku siapkan. Hanya tinggal beberapa dekorasi ruangan, tapi tidak usah dikhawatirkan. Semua akan selesai tepat waktu," jawabku. Aku senang memanggil namanya dengan Pitt, walaupun Peter kadang akan marah sekali. Kedengarannya lucu namanya, aku suka namanya berubah lebih pendek. Beberapa hari terlewati dengan kesibukan di toko ku. Kami mempersiapkan semuanya. Aku selalu ingin semua tampil sempurna. Toko, roti-roti yang kubuat, dan semua dekorasi harus sempurna. Aku merasa Peter suka padaku dan selalu ada disaat aku membutuhkannya. Kami berteman sudah hampir 6 tahun. Beberapa kali dia ingin menyampaikan cintanya, tetapi sebelum semuanya terjadi aku selalu bilang padanya "aku tak ingin hidupku terikat oleh apa pun". Mungkin perkataan inilah yang membuat Pitt tidak berani mengutarakan niatnya. "Tetapi sudah 6 tahun apakah dia masih menunggu cintaku?" pikirku dalam hati. Aku memang terlalu takut untuk mengikatkan diriku pada siapa pun. Untuk saat ini aku merasa hidupku cukup bahagia. Aku bisa melakukan apa pun, pergi ke mana pun dan menghabiskan uangku tanpa harus memberikan laporan kepada siapa pun. Ya...aku mandiri, semuanya harus bisa kulakukan sendiri. Aku tidak ingin seperti mama yang selalu bergantung pada laki-laki itu. Tidak punya kebebasan. Mengingat mama dengan laki-laki itu membuatku marah.

Bayangan pernikahan membuatku ketakutan sendiri. Walaupun di usiaku yang sudah tidak muda lagi. Semua teman-temanku bahkan telah memiliki anak yang lucu-lucu. Dan aku pasti ditodong pertanyaan yang sama saat bertemu mereka, “kapan menikah Ross?”. Lagi-lagi lamunanku terhenti ketika dikejutkan oleh suara Peter. "Sudah malam Ross, ngapain masih di toko?" suara Pitt membangunkanku dari semua mimpiku. "Aku masih ingin mengecek semua yang ada disini Pitt, kamu tahu kan besok jam 10 acaranya," kataku dengan sedikit gugup. "Baiklah, tapi ini sudah jam 8 malam Ross, apa kamu sudah makan malam," akhirnya Pitt mengingatkanku betapa waktu berjalan dengan begitu cepat. "Tadi siang sudah, ya kamu tahu aku sibuk sampai sekarang mana sempat," aku mencoba membela diri. Aku tahu Peter begitu mencemaskanku. Dia juga sibuk sebagai akuntan di sebuah perusahaan besar, tetapi masih sempat untuk menanyakanku tiap hari bahkan tak segan-segan menjemputku pulang. "Ini ada sedikit makanan, tadi ku beli waktu mau ke toko mu. Masakan jepang, ada restoran yang baru buka. Tadi mau kuajak kamu kesana, kupikir kamu pasti sibuk karena ku telpon 3 kali tetapi tidak dijawab," kata Peter sambil menyerahkan bungkusan makanan yang dia bawa. Segera ku ambil hp di laci. Astaga Peter menelpon ku berkali-kali tapi ku tak mendengarnya. "Maafkan aku Pitt, aku sedikit tegang untuk acara besok," kata ku berusaha meminta maaf kepada Pitt yang baik hati. Hati dan pikiranku masih sedih rasanya memikirkan mamaku yang menolak datang.


Bagiku besok adalah hari yang paling penting dalam hidupku. Walaupun toko yang akan dibuka kecil tapi itu semua kerja kerasku selama 10 tahun. Aku hanya ingin dia disini menemani dan memberiku semangat. Sampai hari ini pun mama tidak menelpon ku memberikan kabarnya atau menanyakanku. "Kamu menangis Ross, ada apa? Jangan selalu kamu simpan sendiri. Kamu bisa berbagi denganku," begitulah Pitt yang selalu mencemaskanku. Ternyata tak mampu kutahan air mata ini. Sekuatnya diriku tetap saja saya lemah. Tanpa berbicara ku sandarkan diriku pada Peter. Ku menangis di pelukannya untuk beberapa saat. "Maafkan aku Pitt, ku membasahi bajumu," cepat2 ku menyeka air mata ku yang tersisa. "Aku terlalu emosional, kamu pasti menganggapku seperti anak kecil," kataku sambil terisak. "Apa karena mamamu besok tidak akan datang? Jangan terlalu dipikirkan Ross, kami disini selalu ada untukmu. Karyawan2 mu, aku, dan sahabatmu," Peter mencoba menghiburku. "Suatu saat mamamu pasti akan bangga memiliki anak sepertimu," Peter terus memberiku semangat. Malam itu terasa berat untuk melewatinya. Besok hariku telah dimulai dengan toko bakery itu. Semua angan, cita2 dan impian yang telah lama kunantikan. Seperti memulai babak baru dalam hidupku.

Pagi2 sekali aku telah bangun dan segera siap2 untuk ke toko. Walaupun masih terlalu pagi tapi aku ingin memastikan semua sudah tertata rapi. Seperti biasa melewati lorong2 jalan untuk sampai ke toko ku. Tidak terlalu jauh, memang sengaja ku memilh apartemen disana. Aku hanya perlu berjalan 20 menit untuk sampai di toko. Tak lupa ku membeli sarapan. Sampai siang mungkin aku akan sibuk melayani customer yang datang. Sampai di toko aku dikejutkan sama Pitt. Dia ternyata sudah datang lebih awal dariku. “Hmmm.... Ada beberapa pot tanaman di sampingnya”. "Apa ini Pitt?" Kata ku pada Pitt dengan heran. "Kupikir ruangan di tokomu perlu suasana yang hijau dan segar, makanya kubeli ini semua" jawab Peter dengan muka cemas. Mungkin Peter takut kalau aku marah. Dengan cepat dia bilang. “kalau kamu tidak suka bisa ku kembalikan ke toko bunga lagi”. Disaat itu hatiku merasa terenyuh, betapa baiknya Peter. Sampai hal sedetail di toko ku pun dia mengetahuinya. “Jangan Pitt, biarkan semua itu didalam & beberapa diluar. Benar katamu aku memerlukan semua itu biar nampak lebih segar,” kata ku cepat2 kepada Pitt.


Bisa dibayangkan hari itu, penuh kesibukan yang luar biasa. Tamu-tamu yang telah kuundang semua berdatangan untuk mencicipi semua roti-roti yang telah kupersiapkan. Dari rona mereka nampaknya mereka suka dengan apa yang kami sajikan. Sampai sore kami pun sibuk melayani para pembeli. Nampaknya hari ini adalah hari penuh kerja keras. Jam telah menunjukkan jam 8 malam. Kami siap-siap untuk membereskan semuanya, roti-roti di etalase juga telah habis terjual. Bersyukur atas semuanya ini, semuanya berjalan sesuai rencana. Tinggal meneruskan hari esok lagi. Kututup semua pintu toko, bergegas untuk pulang dan beristirahat. Tak kusadari Peter sejak tadi berdiri di luar toko menungguku. “Hmmm….kamu disini Pitt,” ujarku. Ku bertanya pada Peter sambil mengunci pintu besi toko. “Tentu saja Ross, kamu saja yang tidak menyadari kehadiranku sejak tadi,” Peter menjawabku. Malam itu hujan cukup deras & terasa dingin. Kami berdua menggunakan taxi yang Peter panggil sejak tadi. Walaupun apartemenku dekat tapi Peter selalu begitu kalau hujan turun. Dia pasti mengantarku dengan taxi langganannya. Apartemen Peter beberapa blok dari tempatku. Itulah yang selalu dia jadikan alasan untuk memaksaku.


Malam itu aku mempersilahkan Peter untuk mampir ke apartemenku menikmati secangkir kopi hangat. Waktu di taxi dia bilang ingin berbicara sebentar denganku. Aku mempersilahkan dia masuk dan duduk di ruang tamu. Kuberikan dia handuk kecil untuk melap rambutnya yang basah terkena hujan tadi. Segera aku bergegas ke dapur menyiapkan 2 cangkir kopi untuk kami berdua. Suasana terasa hening dan sunyi. “Baiklah Pitt, apa yang ingin kamu katakan,” tanyaku pada Peter sambil memberikan secangkir kopi hangat. “Ross, kita telah berteman cukup lama. Selama 6 tahun kita selalu bersama. Tapi aku tahu kamu….” Peter terdiam sesaat menatapku. “Well…aku siap mendengarkan Pitt,” kataku. “Ya…aku tahu kamu tidak ingin terikat oleh siapa pun, aku sudah cukup menunggu lama. Aku ingin kamu tahu perasaaanku. Aku ingin kita selalu bersama. Aku sayang padamu Ross…I Love you Ross..” akhirnya Peter mengungkapkan semua isi hatinya. Aku terdiam dalam situasi seperti ini. Sungguh sulit menjawab semuanya ini. Apa aku terlalu takut untuk mengikatkan diri pada seseorang. “Kamu tidak usah menjawab semuanya itu sekarang Ross, mungkin kamu dan aku perlu waktu. Aku Cuma bilang aku ingin kita bersama bukan hanya sebagai teman. Aku ingin menemani hari-hari mu Ross…Bulan depan aku akan dipindahkan ke Australia. Kamu tahu aku akan bilang tidak ke perusahaanku jika kamu memintaku untuk tinggal bersamamu,” Peter mengatakan semuanya penuh harapan.


“Aku hanya terdiam dan tidak bisa bicara apa pun. Dalam benakku berjuta pikiran yang berkecamuk. Aku tidak tahu apa yang harus kujawab. Seseorang yang begitu mengharapkan diriku sekarang berada di hadapanku, apa aku harus mengecewakannya? Ditugaskan ke Negara lain? Apa aku sanggup berpisah dengan Peter. Dia selalu ada disaat aku membutuhkannya. Dia yang selalu mendengar semua keluh-kesah ku. Apa aku sanggup melepasnya pergi jauh? Oh…tidak hanya Tuhan yang tahu betapa aku juga sangat ingin bersamanya”.
Peter tahu aku membutuhkan beberapa waktu untuk berpikir tentang apa yang telah dia sampaikan. Dia menghabiskan kopi yang kubuat dan segera berpamitan untuk pulang. Tinggal aku sendiri dalam kebingungan. Malam semakin larut tetapi aku tidak dapat memejamkan mata ini. Terasa berat, pikiranku melayang jauh. Lagi-lagi semuanya tentang perkataan Peter beberapa jam yang lalu. Apa aku telah jatuh cinta pada Peter? Pernyataannya tadi membuatku resah. Aku ingin bersamanya, tetapi diriku terlalu takut untuk berada dalam satu hubungan yang terikat. Apa aku tidak akan sebebas sekarang? Apa aku akan dibatasi semua kegiatannya? Apa aku harus memberikan laporan dimana aku & semua yang kulakukan? Rasanya aku belum siap dengan semuanya itu. Semuanya terasa gila, aku tidak dapat memikirkan semuanya itu seandainya itu terjadi padaku. Hidupku pasti akan menjadi kaku dan itu yang tidak pernah ku inginkan. Aku butuh kebebasan, aku tidak sanggup untuk terikat dengan siapa pun juga. Ternyata memiliki pasangan hidup membuatku berpikir beribu kali. Tapi…aku tidak bisa jauh darinya.


Hari berlalu dan berganti, kesibukan di toko membuatku sejenak melupakan pernyataan Peter. Walaupun Peter masih bersikap seperti biasa, tetapi aku tahu dia sangat mengharapkanku menerima dirinya. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Aku selalu menghindari untuk bertemu & berbicara dengan Peter. Walaupun aku merindukan hari-hari bersamanya tetapi aku tidak ingin memberikan dia harapan. Aku harus bisa tanpa kehadiran dia. Namun aku tak mampu menahan rasa rindu ini. Beberapa hari ini Peter tidak lagi menghubungi ku lagi. Aku tidak melihatnya menungguku waktu toko ditutup. “Apa aku harus menelponnya dan menanyakan kabarnya”, keluh ku dalam hati. “Sebaiknya semua berjalan seperti sekarang, nanti dia juga akan melupakan ku pelan2”, aku tak bisa menahan gejolak hati ini. Kulihat kalender di mejaku, besok Peter akan berangkat ke Australia. Ternyata hari berlalu dengan cepat. “Haruskah malam ini ku menelpon dia sekedar mengucapkan salam perpisahan”, tanyaku dalam hati. Aku tidak ingin melukai hatinya yang begitu baik, bahkan mengucapkan salam perpisahan saja ku tak sanggup.

Aku menutup pintu toko dan ku langkahkan kaki berjalan melewati lorong-lorong gelap sendiri. Ku merasa ada sesuatu yang kurang, ya..tanpa kehadiran Peter. Dia yang selalu menemaniku pulang setiap hari. Pasti ada cerita lucu yang dibuat untuk menghiburku dalam gelapnya malam. Dia selalu mendengarkan semua keluh kesah ku seharian. Semua kepenatan seharian hilang mendengar candaannya. Aku merindukan dirinya, anganku melayang jauh. “Apakah ini namanya jatuh cinta”, aku bertanya dalam hati. Aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, membuat hati ini selalu gundah. Akhirnya ku sampai di apartemenku, berjalan dengan hati yang tidak menentu karena memikirkan Peter. “Ross”, terdengar suara memanggilku. Aku terkejut dan kulihat ke belakang. “Peter…kamu?” hamper tidak percaya dia datang menemuiku. Kami berdiri terdiam beberapa saat & akhirnya ku memutuskan untuk mengajaknya masuk ke dalam apartemenku untuk menawarkan secangkir kopi atau coklat hangat.


Peter duduk di ruang tamu dan aku menuju dapur untuk membuatkannya secangkir coklat hangat. Tidak tahu harus berbicara apa, rasanya sungguh berat. Melepas seseorang yang telah bersama-sama denganmu selama 6 tahun bukan hal yang mudah. Mungkin ini malam yang berat bagiku dan Peter. Pikiranku masih melayang jauh, memikirkan semuanya. Hari-hari yang akan aku lewati sendiri tanpa Peter. Rasanya ingin ku memeluk dirinya dan mengatakan semua yang kurasakan. Tetapi mengapa bibir ini terasa terkunci & berat? Tiba-tiba kedua tangan kekar itu memelukku dari belakang. Nafasku terasa berhenti waktu itu, jantungku berdetak kencang. Baru kali ini aku merasa begitu dekat dengannya. Sungguh aku tidak bisa melepasnya pergi jauh. Beberapa saat dia memelukku dan akhirnya melepaskanku. “Maaf Ross”, Peter cepat-cepat melepaskan pelukannya. Kami sama-sama terdiam untuk kesekian kali. Sebenarnya aku ingin segera mengatakan kepada Peter apa yang kurasakan dalam hati ini. Aku tak sanggup untuk berpisah jauh darinya. Ternyata aku juga mencintainya, walaupun selalu aku ingkari sendiri. Aku tidak mampu berbohong pada diriku sendiri. Mungkin ini kesempatan bagi kami yang tak akan pernah terulang lagi. Sebulan ini dalam pikiranku selalu dia, aku benar-benar ingin dia menemaniku dalam setiap langkah hidupku.



Aku mendekati Peter, semua keberanian ku keluarkan dalam diriku. “Aku sayang padamu Pitt, Aku ingin kamu tinggal menemani hari-hariku”, ku rangkul & kubisikkan padanya kata-kata yang ingin kuucapkan beberapa tahun yang lalu. Sungguh terasa ringan sekarang, semua rasa yang kusimpan telah terucapkan. Kami berpelukan beberapa saat, ini adalah moment terindah untuk kami. “Saya akan tinggal hanya untukmu Ross, aku benar-benar mencintaimu. Mau kan kamu menjadi teman hidupku Ross”, pinta Peter padaku. “Ya Pitt…aku mau”, jawaban tegas yang keluar dari mulutku. Tidak ada keraguan dan kekhawatiran sedikit pun. Aku yakin akan pilihan hidupku dan akan kujalani penuh sukacita bersama orang yang kucintai. Malam itu terasa indah, kini aku tidak sendiri lagi. Ada Peter yang akan selalu menemani setiap langkahku. Sungguh aku beruntung di usia 30 ini, terasa lengkap semua. Selalu berharap masa depan yang kupilih ini akan membawaku menuju kebahagiaan bersama orang yang kucintai. Mungkin cinta sejati yang kita cari ada di depan kita walaupun kita tidak pernah tahu dan selalu menolaknya.

Terkadang cinta sejati adalah teman yang selalu menemani kita dalam suka dan duka & terkadang kita takut untuk menerimanya.


Tempat terbaik di dunia ini adalah bersamamu disampingku.


Cinta tidak perlu diungkapkan dalam kata-kata, tetapi cinta harus dirasakan & bisa membuatmu nyaman dalam kebersamaan.