Sunday, 10 April 2011

Cerita Semut & Belalang

Belajar dari keluarga semut....

Pada suatu siang di akhir musim gugur, satu keluarga semut terlihat bekerja keras mengumpulkan makanan. Walaupun udara cukup panas tidak membuat semut-semut itu berdiam diri. Semut2 terus mencari makanan yang ada di sekitar mereka. Mereka saling tolong menolong untuk mencari & mengumpulkan makanan. Butiran gandum yang telah mereka kumpulkan dikeringkan untuk persediaan makanan di musim dingin yang akan datang. Tidak ada kata bermain-main / bersantai di musim panas. 

Tetapi di suatu sudut, satu keluarga belalang tampak asyik menikmati musim panas. Mereka bernyanyi & makan dengan gembira. Tidak tampak keluarga belalang sibuk seperti keluarga semut. Keluarga belalang sibuk membuat lagu & bersuka-ria sepanjang musim panas. Membuat mereka lupa sebentar lagi musim dingin akan tiba. Keluarga belalang terhanyut dalam kegembiraan musim panas.



Akhirnya musim dingin tiba juga. Keluarga semut pun tidak takut kehabisan bahan makanan di musim dingin itu karena persediaan yang mereka kumpulkan selama musim panas cukup untuk bertahan. Keluarga semut pun bersuka-cita & berkumpul dalam musim dingin bersama. Namun, diluar sana seekor belalang dengan sebuah biola ditangannya datang dan memohon agar semut itu memberinya makanan sedikit.

"Kawanku, apakah kamu bisa memberikan sedikit makanan untukku. Aku lapar sekali" kata belalang memohon kepada semut. "Apa???" teriak semut terkejut, "tidakkah kamu & keluargamu mengumpulkan makanan di musim panas? bukankah kamu tahu musim dingin akan segera tiba. Jadi apa yang kalian lakukan selama musim panas?" kata semut itu dengan marah. "Saya tidak mempunyai waktu kawan untuk mengumpulkan makanan. Kami sibuk membuat lagu2 bagus & berpesta sepanjang musim panas tanpa menyadari musim dingin telah tiba" jawab belalang dengan wajah tertunduk.


Mendengar apa jawaban dari belalang membuat semut merasa gusar. Disaat dia & keluarganya bekerja keras mengumpulkan makanan ternyata sahabatnya belalang sibuk berpesta & bergembira. "Baiklah sekarang kawan, apakah lagu2 tersebut bisa berguna di musim dingin ini? Apakah kalian bisa merasa kenyang dengan lagu2 yang telah kalian buat? Bernyanyi & menari lah dengan lagumu itu" kata semut dengan marah. Semut pun menutup pintu & membiarkan belalang yang kelaparan itu diluar.

Ada saatnya kita bekerja dan ada saatnya kita bersantai. Jangan sampai kita terlalu terhanyut dalam keadaan sehingga melupakan hari esok yang akan datang. Apa salahnya mempersiapkan kebutuhan yang kita perlukan hari esok. Jangan selalu berharap atas bantuan orang lain. Berusahalah sendiri  untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Selagi masih muda & bisa bekerja berusahalah menabung untuk masa depan. Karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok dan lusa. Mengambil contoh dari cerita keluarga semut, apa yang kita persiapkan untuk hari esok pasti akan berguna juga. Disaat orang baru bersusah-payah mencari kita sudah ada & tinggal menikmati. Bukankah itu jauh lebih baik kawan?

6 comments:

  1. bener banget tuh! masa depan ditentukan dari sekarang. Klo sekarang bermalas2an, bagaimana kedepannya nanti? filosofi semut memang patut jadi acuan.

    Makasih tlah berbagi, salam kenal...

    ReplyDelete
  2. sebuah pelajaran berharga dari keluarga semut....
    saya tidak mau jadi seperti keluarga belalang...saya akan mempertimbangkan sesuatunya dengan seksama dan bijaksana..

    nice story...

    salam :)

    ReplyDelete
  3. terhanyut dalam satu keadaan berarti kita telah terperosok dalam kemonotonan... dan itu sangat mengerikan... saya setuju 'message' yang ingin disampaikan :)

    ReplyDelete
  4. Wah bener banget tuh apa kata semut :)

    ReplyDelete
  5. @All : Thanks comment nya :D

    ReplyDelete